Perusahaan pembuat chip asal Tiongkok ini sedang kesulitan —pabrik SMIC memperingatkan bahwa mereka akan mengalami penurunan keuntungan karena semakin tegangnya perekonomian dan geopolitik

Pabrik pengecoran semikonduktor terkemuka di Tiongkok, SMIC, mengatakan tahun ini akan menjadi tahun yang penuh tantangan bagi perusahaan, karena margin dan keuntungannya akan berkurang (melalui DigiTimes dan TrendForce). Peringatan ini muncul tepat setelah SMIC membukukan hasil keuangan yang lebih baik dari perkiraan untuk kuartal keempat tahun 2023, namun perusahaan semikonduktor tersebut tampaknya memperkirakan perkembangan ekonomi dan politik akan berdampak pada bisnisnya. Harga saham SMIC telah turun sekitar 20% selama sebulan terakhir, menunjukkan bahwa pasar tidak terlalu antusias terhadap SMIC pada tahun 2024.

Tampaknya mengejutkan bahwa SMIC sendiri bersikap sangat negatif terhadap prospek masa depannya, terutama karena kinerjanya melampaui ekspektasi analis pada kuartal keempat tahun lalu, dengan hanya mengalami sedikit peningkatan pendapatan namun peningkatan pendapatan bersih yang lebih besar dibandingkan prediksi. SMIC kemungkinan mampu melampaui ekspektasi berkat pesanan Huawei untuk chip ponsel pintar 7nm, yang mungkin merupakan prosesor paling mutakhir yang dibuat SMIC.